Aplikasi Kencan Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental

MAKANANASAMURAT.COM – Aplikasi Kencan Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental, Baru-baru ini, film dokumenter Netflix The Tinder Swindler menjadi viral, yang menceritakan tentang penipuan hampir 10 juta USD yang dilakukan oleh Simon Leviev (Shimon Hayut) kepada banyak wanita melalui aplikasi Tinder.
Padahal, aplikasi jodoh tak hanya rentan terhadap penipuan cinta yang merugikan secara finansial, tapi juga emosional. Menurut American Psychological Association, banyak pengguna aplikasi kencan Tinder mengalami masalah kesehatan mental terkait penolakan rutin dan keraguan diri. Bagaimana aplikasi kencan memengaruhi kesehatan mental? Berikut ulasannya!

Tekanan Psikologis terhadap Budaya Seks Kasual
Perkembangan teknologi membuat aplikasi kencan semakin populer bagi orang-orang yang ingin mencari pasangan tetap atau hubungan kasual. Apalagi di situasi pandemi saat ini, aplikasi kencan semakin booming. 
Sebuah artikel dari Vox yang berjudul Tinder Data Shows How Pandemic Dating Bahkan Lebih Aneh dari Regular Dating menyebutkan bahwa sejak pandemi 2020 terjadi peningkatan pengguna aplikasi kencan. Tak hanya itu, frekuensi chat baik dari chat maupun video juga lebih lama saat pandemi dibandingkan sebelum pandemi.

Ini menunjukkan bahwa aplikasi kencan adalah semacam pelipur lara di masa pandemi. Meski begitu, aplikasi kencan juga merupakan sesuatu yang merugikan. Beberapa media dan lembaga perlindungan wanita telah melaporkan penipuan dan pelecehan yang dilakukan oleh pengguna aplikasi kencan. 

Jurnal penelitian, Swipe-based Dating Applications Use and Its Association with Mental Health Outcomes: a cross-sectional study yang diterbitkan di National Library of Medicine mengungkapkan bahwa 49 persen pengguna aplikasi kencan mengalami gangguan mood yang juga memperburuk gejala depresi. Apa pengaruh penggunaan aplikasi kencan terhadap kesehatan mental?

1. Tekanan Psikologis

Orang yang memanfaatkan aplikasi kencan condong lebih terjepit terpencet, risau, alias tekanan jiwa. Pengguna aplikasi kencan menghadapi stres tiga kali lebih banyak daripada non-pengguna. Jumlah ini bisa bertambah jika pengguna aplikasi kencan menggunakan aplikasi dalam waktu lama. 

Mengapa pengguna aplikasi ini rentan terhadap tekanan psikologis? Ini bisa terjadi saat pengguna aplikasi mencari validasi dari mitranya yang cocok. Sebenarnya mengejar validasi eksternal, baik melalui kencan online atau media sosial, bisa membuat stres.

2. Citra Tubuh Buruk

Penggunaan aplikasi kencan dapat membantu membentuk citra diri seseorang. Selain memilih (swipe ke kanan) calon pasangan melalui pertimbangan penampilan fisik (foto) yang menarik, pengguna juga memilih calon pasangan dari kemungkinan apakah orang tersebut juga memilihnya atau tidak. Pertimbangan tersebut akan menempatkan pengguna pada evaluasi diri terus menerus, dan mempertanyakan kesesuaian diri untuk digesek ke kanan.

3. Budaya Casual Sex 

Tak bisa dipungkiri, keberadaan aplikasi kencan sudah menjadi budaya casual sex atau seks tanpa komitmen. Seks tanpa komitmen tidak hanya mengacaukan emosi, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit menular seksual. 

4. Masalah Kepercayaan

Sering mendapatkan pasangan yang curang, berbohong, dan anti komitmen sedikit banyak akan mempengaruhi pandangan pengguna tentang suatu hubungan. Pada akhirnya, ketika orang tersebut memiliki kesempatan untuk menjalin hubungan nyata, dia lebih cenderung mengalami masalah kepercayaan, alias sulit mempercayai pasangannya. Kebiasaan mencari orang lain dan tidak gigih dalam berusaha mempertahankan hubungan juga lebih mungkin terjadi pada pengguna aplikasi kencan. makananasamurat.com

Akhir Kata

Itulah Artikel “Aplikasi Kencan Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental“, Semoga bisa menambah wawasan kalian yah.
(‘TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA DAN JANGAN LUPA BERKUNJUNG KEMBALI..’)

Leave a Comment