Tips dan Trik Menjaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi

MAKANANASAMURAT.COM – Menjaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi Setelah berbulan-bulan berada di rumah karena pandemi Covid-19 yang masih mewabah, setiap orang tua yang sudah memiliki anak akan merasa cemas dan khawatir dengan kesehatan keluarga terutama anak-anak.
Pasalnya, lanjut usia dan anak-anak merupakan usia rentan yang berisiko terpapar Covid-19. Orang tua juga diharapkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan kepada anaknya meski di rumah.
Seperti yang dijelaskan dr. Rouli Nababan, SpA dalam acara Popmama Parenting Academy (POPAC), “Nah kalau di rumah, saya sarankan untuk lebih memahami penyakit ini (Covid-19) lebih dalam.”
Artinya, dengan memahami Covid-19 lebih dalam, orang tua bisa mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya dan apa yang harus dilakukan jika tertular.
Untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara menjaga kesehatan anak selama di rumah, berikut Popmama.com rangkum tips dan trik yang diberikan dr. Rouli Nababan, SpA. Mari kita dengarkan, Bu!

  1. Tantangan kesehatan anak selama pandemi

Sebelum memahami cara menjaga kesehatan anak selama di rumah, khususnya anak usia sekolah yang saat ini disibukkan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), penting juga bagi Mama untuk mengetahui apa saja tantangan yang dihadapi selama pandemi.
Sebagai dr. Rouli, “Sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui bahwa tantangannya bukan hanya dari penyakitnya saja, tetapi ada dampak lain dari pandemi yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan anak-anak di rumah.”
Salah satu dampak besar yang menjadi tantangan adalah dampak ekonomi, mulai dari berkurangnya pendapatan, serta banyaknya orang tua yang terpaksa kehilangan mata pencaharian. Dampak ekonomi ini dijelaskan dr. Rouli juga bisa berdampak pada kualitas nutrisi yang diberikan kepada anak, Ma.
Tidak hanya penurunan pendapatan, penghentian sementara Posyandu juga berdampak pada kebutuhan imunitas anak. Hal ini tentu saja membuat banyak anak berpotensi lebih rentan terhadap penyakit yang seharusnya dicegah dengan vaksin. 
Selanjutnya PJJ yang masih dilakukan oleh anak usia sekolah. hal ini menjadi tantangan karena akan mengganggu kesehatan psikologis anak, “Hal ini membuat anak terisolasi dari teman-temannya, belum lagi beberapa orang tua sebagai pendamping menjadi lebih emosional saat menemani anaknya belajar.”makananasamurat.com

  1. Bagaimana menjaga kesehatan anak saat pandemi.

Perlu diketahui bahwa daya tahan tubuh anak berbeda dengan orang dewasa, seperti yang dijelaskan dr. Rouli, “Sebenarnya sistem imun anak belum terbentuk sempurna. Sistem imunnya harus terus beradaptasi agar bisa menjadi lebih kuat.”
Untuk itu, orang tua harus membantu meningkatkan daya tahan tubuh anaknya agar tidak mudah terserang penyakit.
Ini dr. Rouli membagikan beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan anak Anda selama masa pandemi:

  • Penuhi kebutuhan nutrisinya. Anak membutuhkan zat gizi makro yaitu karbohidrat, protein, lemak, air dan zat gizi mikro yaitu vitamin dan mineral. Nutrisi tersebut dapat diperoleh dari makanan pokok, lauk pauk, buah-buahan, sayur-sayuran dan air mineral. Berikan nutrisi yang cukup sesuai usia ya, Bu.
  • Istirahat yang cukup. Selama tidur, tubuh meregenerasi sel-sel yang rusak, sehingga jika anak kurang tidur, tubuh tidak memiliki kesempatan untuk membentuk sel-sel baru. Waktu yang dibutuhkan bayi untuk tidur sekitar 18 jam, balita 12-13 jam, usia lima tahun dan di atas 10 jam sehari.
  • Mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat. Ajarkan anak membiasakan diri menggunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan di air mengalir, menutup mulut dan hidung dengan siku bagian dalam saat batuk/bersin, menyuruh anak untuk tidak menyentuh mata atau wajah, terakhir mandi. secara teratur.
  • Ajak anak berolahraga. Meski di rumah, tubuh tetap harus beraktivitas agar tetap sehat dan bugar. Ajaklah anak-anak untuk berolahraga bersama setiap pagi selama kurang lebih 30 menit. Anda juga bisa membuat olahraga di rumah menjadi lebih menyenangkan dengan bermain bola, skipping, berolahraga, dan lain sebagainya. Jangan lupa saat berolahraga, jaga kecukupan kebutuhan hidrasi si kecil ya, Moms.
  • Berikan suplemen tambahan. Yang terakhir dr. Rouli menyebutkan adalah memberikan suplemen tambahan jika diperlukan.
  1. Cara menjaga kesehatan keluarga saat pandemi

Selain anak, Mama tentunya juga perlu memperhatikan kesehatan keluarga di masa pandemi ini. Sama halnya dengan menjaga kesehatan anak-anak tersebut di atas, berikut cara menjaga kesehatan keluarga dari dr. Rouli:

  • Mencuci tangan. Sering-seringlah membersihkan tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol. Jika kebiasaan ini dilakukan selama di rumah, tentunya anak akan mencontoh apa yang dilakukan orang tuanya.
  • Hindari orang yang sedang sakit. Jelaskan pada anak untuk menghindari semua orang yang sakit, meskipun hanya terlihat seperti penyakit ringan seperti batuk/bersin. Anda juga dapat mengajari anak Anda etika batuk/bersin yang benar dengan menutup mulut menggunakan lipatan siku bagian dalam. 
  • Bersihkan setiap permukaan di dalam rumah. Bahkan di rumah pun, barang-barang yang sering disentuh seperti gagang pintu, remote TV, toilet, bathtub, permukaan meja dan sebagainya harus rutin dibersihkan dan didesinfeksi setiap hari.
  • Mencuci barang anak. Cuci barang-barang anak-anak, termasuk mainan, sesuai dengan instruksi pabriknya. Jika memungkinkan, cuci item menggunakan pengaturan air paling hangat dan keringkan sepenuhnya. Untuk saat ini, sebaiknya hindari mencuci barang di laundry, karena bisa jadi barang kita akan ikut dicuci bersama barang orang lain. 
  • Batasi waktu dengan orang dewasa yang lebih tua. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang berisiko sangat tinggi terkena kondisi serius akibat COVID-19, seperti kakek-nenek lansia yang sudah memiliki penyakit tertentu, pertimbangkan untuk mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk memisahkan anak Anda dari orang-orang tersebut. Tunda kunjungan atau perjalanan untuk melihat anggota keluarga yang lebih tua dan kakek-nenek.
  • Jangan lupa untuk selalu aktif. Agar tubuh tetap aktif dan bugar, Mama bisa melakukan gerakan-gerakan ringan selama di rumah. Mama dan Papa juga bisa bersenang-senang dengan anak-anaknya, misalnya melakukan kegiatan memasak bersama atau menyiram tanaman di halaman.
  • Nutrisi dan minum yang cukup. Nutrisi diisi dengan makanan sehat dengan gizi seimbang. Minum cukup air juga penting karena sebagian besar tubuh kita terdiri dari cairan dan minum cukup bermanfaat bagi tubuh. makananasamurat.com
  1. Ajarkan ini jika Anda terpaksa membawa anak Anda keluar rumah.

Saat Mama dan Papa terpaksa membawa anaknya keluar rumah, bahwa orang tua dapat melakukan cara-cara berikut.
Ajarkan anak untuk menjaga jarak (physical distancing), menjaga jarak dengan membatasi kontak sebanyak mungkin adalah kunci memperlambat penyebaran virus corona. Seperti yang ditegaskan dr. Rouli, “Kita bisa mengajari anak-anak di rumah bagaimana melakukan physical distancing, sambil bermain.”
Mama bisa mengajari anak untuk menjaga jarak 1-2 meter dari siapa pun yang tidak sengaja mereka temui. Untuk membantu anak-anak Anda menjaga hubungan sosial selama isolasi, Anda dapat membantu anak-anak Anda melakukan panggilan telepon atau obrolan video dengan teman atau kerabat yang jauh dari mereka. 
Hal selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah selalu menggunakan masker wajah. Saat anak berusia 2 tahun ke atas, Mama wajib memakai masker yang menutup hidung dan mulut saat keluar rumah. 
Walaupun anak hanya di rumah dengan kegiatan belajar online, Mama tetap perlu membiasakan anak memakai masker selama di rumah, sehingga jika anak terpaksa harus dibawa keluar rumah, anak terbiasa memakai topeng. 

  1. petunjuk memelihara meditasi anak kali membiasakan online

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kegiatan belajar mengajar online di masa pandemi juga menjadi tantangan baru bagi orang tua. Anak-anak seringkali sulit untuk fokus karena banyak hal yang mengganggu mereka di rumah.
Rouli kemudian memberikan tips bagi para ibu di rumah untuk menjaga konsentrasi anaknya saat belajar online. Berikut ini antara lain:

  • Ciptakan suasana tenang. Agar konsentrasi anak tidak terganggu, Mama dan Papa harus bisa menciptakan suasana tenang. Kurangi suara-suara yang tidak perlu yang dapat mengalihkan perhatian anak, seperti musik dari ponsel atau televisi. Hal ini juga berlaku ketika Mama atau Papa mengadakan pertemuan virtual secara bersamaan, jadi sebaiknya gunakan earphone atau headphone jika perlu.
  • Duduk bersama anak. Cobalah menemani anak-anak saat mereka belajar online. Ini juga bisa membuat Mama memberi arahan tentang apa yang harus dia lakukan saat menyelesaikan tugas sekolahnya. Anda juga dapat sesekali tersenyum pada anak Anda tanpa memintanya berbicara agar dia tetap termotivasi dan fokus.
  • Mengatur lingkungan belajar. Tidak hanya sepi, tempat belajar yang rapi dan teratur juga akan membuat anak nyaman dan konsentrasinya terjaga. Jadi pastikan meja anak tidak berantakan sebelum memulai pelajaran, Bu.
  • Buatlah jadwal yang teratur. Jika Anda telah menerima jadwal yang diberikan oleh sekolah, bimbing anak Anda untuk mematuhi jadwal tersebut. Hal ini agar anak dapat tetap fokus dan teratur dalam menyelesaikan pelajaran.
  • Kerjakan tugas satu per satu. Saat mendampingi anak, bantulah mereka mengerjakan tugas satu per satu agar tidak membuat anak semakin stres, Ma.
  • Beri waktu untuk istirahat. Sama seperti di sekolah, di rumah pun anak harus punya waktu untuk istirahat agar tidak stres atau galau karena kelelahan. Jeda waktu ini bisa mengisi kembali energinya untuk kembali berkonsentrasi saat memulai kembali.
  • Dorong anak untuk aktif. Kebanyakan orang tua merasa kesal jika anaknya terlalu lama menyelesaikan tugas sekolahnya. Ingat, Bu, di sini orang tua hanya membantu anak-anak. Pastikan anak benar-benar mengerjakan tugas. Ketika banyak orang tua mengambil alih, orang tualah yang berkonsentrasi, bukan anak-anak. Minta mereka untuk bertanggung jawab atas keputusan yang diambil bersama.
  • Berikan air yang cukup untuk anak. Perlu dicatat bahwa dengan memenuhi kebutuhan air harian anak Anda, Mama telah membantu anak untuk tetap fokus dalam melakukan sesuatu, termasuk kegiatan belajar online. Dalam jurnal American College of Nutrition 2012, dehidrasi ringan 2% dapat menurunkan tingkat konsentrasi dan perhatian seseorang. Minum air putih yang cukup dapat mengembalikan konsentrasi yang telah tercerai-berai. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan tambahan 200-400ml atau 1-2 gelas minum sebelum waktu belajar dapat meningkatkan kinerja siswa dalam memperkuat persepsi visual dan memori, sehingga membantu proses belajar untuk meningkatkan prestasi.makananasamurat.com

Akhir Kata

Itulah Artikel “Tips dan Trik Menjaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi“, Semoga bisa menambah wawasan kalian yah.
(‘TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA DAN JANGAN LUPA BERKUNJUNG KEMBALI..’)

Leave a Comment